Pacitan Patroli-news.com – SD Negeri 4 Candi, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi peserta didik baru sebagai langkah awal menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari perundungan.
Kegiatan yang berlangsung sejak 13 hingga 17 Juli 2026 tersebut mengusung semangat memuliakan hak anak serta menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang inklusif bagi seluruh peserta didik baru.
Kepala SD Negeri 4 Candi, Nurul Hadi Mustofa, M.Pd, ( Gus Tofa ) mengatakan bahwa konsep MPLS Ramah dirancang agar siswa dapat mengenal lingkungan sekolah secara bertahap tanpa tekanan maupun rasa takut.
"Kami ingin menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa senang, nyaman, dan aman berada di sekolah. Tidak ada perundungan ataupun perlakuan yang membuat anak merasa tidak diterima. Guru berupaya memberikan pelayanan terbaik agar mereka merasa dihargai dan disayangi," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan membangun rasa percaya diri peserta didik sejak hari pertama sekaligus menciptakan budaya sekolah yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan.
Pembukaan MPLS diawali dengan upacara yang ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh dewan guru SD Negeri 4 Candi serta orang tua atau wali murid kelas I sebagai bentuk dukungan terhadap proses adaptasi peserta didik baru.
Selama pelaksanaan MPLS, siswa mengikuti berbagai materi edukatif yang dikemas melalui konsep belajar sambil bermain. Materi tersebut meliputi perkenalan diri, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, pengenalan guru, teman sekelas, dan lingkungan sekolah, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), tes kebugaran dan kesehatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengenalan kegiatan ekstrakurikuler, serta pembiasaan kegiatan keagamaan dan Madrasah Diniyah.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah kolaborasi SD Negeri 4 Candi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan motivasi kepada siswa untuk membiasakan budaya menabung, meningkatkan semangat belajar, memberikan edukasi kesehatan, serta meluncurkan Pojok Baca Bahasa Inggris Online yang dapat diakses melalui pemindaian kode QR (QR Code).
Guru Kelas I, Endang, berharap seluruh rangkaian MPLS mampu memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik.
"Harapan kami, anak-anak merasa bahagia, nyaman, dan betah berada di sekolah seperti berada di rumah sendiri. Mereka merasa dilindungi, diperhatikan, mendapatkan kasih sayang dari guru maupun teman-temannya. Dengan suasana seperti itu, anak-anak dapat belajar sambil bermain dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta berkarakter," katanya.
Apresiasi juga datang dari salah seorang wali murid, Aning Eka, yang menilai konsep MPLS Ramah mampu meningkatkan semangat belajar anak melalui berbagai kegiatan kreatif.
"Menurut saya kegiatan MPLS ini sangat bagus. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru sehingga menjadi lebih semangat, kreatif, dan mandiri," ungkapnya.
Sebagai penutup, SD Negeri 4 Candi menggelar kegiatan jalan sehat yang melibatkan dewan guru, seluruh peserta didik, orang tua siswa kelas I, serta mahasiswa KKN Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Suasana semakin meriah dengan pembagian berbagai hadiah doorprize, termasuk hadiah utama berupa seekor kambing.
Pelaksanaan MPLS Ramah di SD Negeri 4 Candi menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak sekaligus mendukung program Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi masa depan.
