![]() |
| Gambar Proyek irigasi HIPPA di Dusun Mentoro, Desa Purworejo. Pacitan |
PACITAN – PATROLI-NEWS.COM – Sorotan terhadap proyek pembangunan saluran irigasi HIPPA di Dusun Mentoro, Desa Purworejo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, terus bergulir. Selain muncul dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis, sikap ketua HIPPA yang disebut memblokir komunikasi melalui WhatsApp ketika hendak dikonfirmasi media juga menjadi tanda tanya.
Upaya konfirmasi dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Namun, komunikasi dengan ketua HIPPA melalui aplikasi WhatsApp disebut justru tidak dapat dilakukan karena nomor yang digunakan untuk menghubungi diduga telah diblokir.
Sikap tersebut memunculkan pertanyaan:
mengapa pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan sulit dikonfirmasi? Apakah ada persoalan tertentu dalam pelaksanaan proyek HIPPA tersebut?
Pertanyaan itu semakin mengemuka setelah tim menemukan indikasi dugaan ketidaksesuaian dalam pekerjaan fisik di lapangan.
Dari hasil pengamatan, pada beberapa titik dinding saluran terlihat adanya pasangan batu yang diduga memiliki ketebalan tidak sesuai dengan ukuran yang semestinya berdasarkan spesifikasi teknis pekerjaan. Bagian konstruksi juga sempat dibuka untuk melihat kondisi pasangan batu di dalamnya.
Selain ketebalan pasangan batu, susunan material dan lapisan adukan pada sejumlah bagian juga menjadi perhatian. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa pelaksanaan pekerjaan belum sepenuhnya sesuai dengan standar atau gambar rencana yang menjadi acuan.
Meski demikian, dugaan tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengukuran teknis oleh pihak yang memiliki kewenangan. Sebab, kesesuaian pekerjaan harus mengacu pada dokumen kontrak, RAB, gambar kerja, spesifikasi teknis, serta ketentuan pelaksanaan program HIPPA yang berlaku.
Yang menjadi pertanyaan publik saat ini bukan hanya mengenai kualitas pekerjaan, tetapi juga transparansi pengelolaan kegiatan. Ketika muncul temuan di lapangan, pihak pengelola atau penanggung jawab kegiatan semestinya memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat.
Mengapa ketua HIPPA memilih memblokir WhatsApp ketika hendak dikonfirmasi media? Ada persoalan apa sebenarnya di balik proyek tersebut?
PATROLI-NEWS.COM masih berupaya mendapatkan klarifikasi dari ketua HIPPA, Pemerintah Desa Purworejo, serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek tersebut.
Media ini menegaskan bahwa pemberitaan tersebut merupakan hasil pengamatan awal di lapangan. Dugaan ketidaksesuaian pekerjaan belum dapat dinyatakan sebagai pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan teknis dan ditemukan bukti yang memastikan adanya penyimpangan.
Apabila pihak HIPPA, pemerintah desa maupun pelaksana memiliki penjelasan atau data terkait spesifikasi dan pelaksanaan pekerjaan.
(RED)

