![]() |
Salah satu menu MBG yang diterima siswa SD Negeri 2 Belah, Donorojo, Pacitan, Jumat (18/9/2026), didokumentasikan setelah ditemukan adanya ulat di dalam makanan.
PACITAN — PATROLI-NEWS.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, menjadi perhatian setelah ditemukan adanya ulat di dalam salah satu menu makanan yang diterima siswa SD Negeri 2 Belah, Donorojo, Jumat (18/9/2026).
Menu tersebut didistribusikan oleh Mitra Mandiri SPPG Donorojo, yang beralamat di Jalan Pacitan–Solo, Dusun Kebon, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.
Informasi mengenai temuan tersebut diperoleh dari pihak sekolah. Berdasarkan keterangan guru, ulat tersebut pertama kali ditemukan oleh siswa ketika hendak menyantap makanan yang diterimanya melalui program MBG.
Setelah menemukan adanya ulat dalam menu, siswa kemudian menukarkan makanan tersebut dengan menu lain yang dinilai tidak terdapat ulat.
Tim awak media PATROLI-NEWS yang berada di lokasi juga melihat secara langsung adanya ulat di dalam salah satu menu makanan. Temuan tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk foto dan video sebagai dokumentasi lapangan.
Kepala SD Negeri 2 Belah Donorojo membenarkan adanya temuan tersebut.
Menurut keterangan pihak sekolah, setelah kejadian itu pihak sekolah telah menyampaikan keluhan atau melakukan komplain kepada pihak SPPG terkait makanan yang ditemukan terdapat ulat.
Temuan ini menjadi perhatian karena makanan dalam program MBG diperuntukkan bagi siswa dan diharapkan memenuhi standar keamanan, kebersihan, serta kelayakan pangan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Namun demikian, mengenai penyebab pasti munculnya ulat dalam makanan tersebut, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang maupun pengelola SPPG. Termasuk memastikan apakah kejadian tersebut merupakan kasus pada satu porsi makanan atau terdapat makanan lain yang mengalami kondisi serupa.
Hingga berita ini diterbitkan, keterangan dari pihak Mitra Mandiri SPPG Donorojo terkait temuan tersebut masih diperlukan untuk memperoleh penjelasan secara berimbang, termasuk mengenai proses pengolahan, pengemasan, pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan, serta langkah evaluasi yang akan dilakukan.
Pihak sekolah maupun pengelola SPPG diharapkan dapat segera melakukan evaluasi agar kualitas dan keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG tetap terjaga, sehingga siswa sebagai penerima manfaat dapat memperoleh makanan yang aman dan layak konsumsi.
( red ).

