![]() |
| Gambar Jalan Wiyoro-Pagerejo yang rusak ditanami Pohon Pisang. |
PACITAN, PATROLI-NEWS.COM – Aksi Warga di lingkungan Desa Wiyoro dan Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, yang menanam pohon pisang di jalan rusak menuai perhatian. Aksi tersebut berlangsung di tengah persiapan hajatan pernikahan anggota DPRD Pacitan, Heru Setyanto, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Pacitan yang akan dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.
Sejumlah warga menilai kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun sudah cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, aksi penanaman pisang di jalan disebut sebagai bentuk kekecewaan sekaligus sindiran atas kondisi infrastruktur yang tak kunjung mendapat perhatian.
Namun, hingga kini belum jelas apakah aksi tersebut secara khusus ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai pihak yang berwenang menangani infrastruktur jalan, atau menjadi bentuk kritik kepada wakil rakyat asal Kecamatan Ngadirojo yang dinilai belum mampu memperjuangkan aspirasi warga.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi jalan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat. Bahkan, persoalan itu disebut sudah pernah diberitakan media dan mendapat perhatian publik.
Salah seorang warga yang akrab disapa Kawek menyampaikan bahwa masyarakat sebelumnya telah menyampaikan keluhan kepada sejumlah anggota DPRD.
"Mengeluh kepada para anggota Dewan, tapi aspirasinya tidak dihiraukan. Padahal sudah diberitakan media dan sempat viral. Di desa ini juga ada dua anggota Dewan dan rumahnya bertetangga," ujar Kawek.
Menurut warga lainnya, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama sehingga menimbulkan kejengkelan masyarakat.
"Dalane wis rusak parah, Mas, ora didandani wis pirang-pirang tahun nganti jengkel warga kene, padahal yo cedak karo omahe pak gagarin" ujar sumber tersebut dalam bahasa Jawa.
Jika diterjemahkan, pernyataan itu kurang lebih berarti: "Jalannya sudah rusak parah, Mas, tidak diperbaiki sudah bertahun-tahun sampai warga di sini merasa jengkel padahal dekat dengan rumah pak pak gagarin".
Aksi tersebut menjadi sorotan karena dilakukan menjelang hajatan Heru Setyanto. Sejumlah warga menilai kondisi tersebut secara tidak langsung menunjukkan adanya persoalan komunikasi antara masyarakat dengan pihak-pihak yang selama ini mereka harapkan dapat menyuarakan kebutuhan warga.
Meski demikian, perlu ditegaskan bahwa aksi tanam pisang tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa hajatan Heru Setyanto menjadi sasaran langsung aksi warga. Hubungan antara aksi tersebut dengan kegiatan hajatan masih merupakan persepsi atau dugaan yang perlu diklarifikasi kepada pihak terkait.
Hingga berita ini ditulis, Heru Setyanto belum berhasil dikonfirmasi mengenai aksi warga tersebut maupun tanggapannya terhadap keluhan terkait kondisi jalan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pacitan dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai status jalan tersebut, kewenangan penanganannya, serta rencana perbaikan. Warga juga berharap aspirasi mengenai infrastruktur tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi mendapat tindak lanjut yang jelas.
(Red)

